Posts

Memoar Si Pemimpi : Jatuh Bangun Berjibaku di Bisnis Online

Image
Sebuah senja ibukota di penghujung Maret 2013, ada kejenuhan menjadi orang gajian, ada lelah menjalani rutinitas pekerjaan. Tekad pun dibulatkan, niat dipancangkan, menekuni bisnis online jadi pilihan. Mengubah nasib, begitu kita-kira impiannya.

Respon atas pilihanku itu beragam; orang tua bilang “melepas yang pasti untuk sesuatu yang belum jelas ujungnya.” Seorang teman bilang, “nekad !” Hanya ada seorang dosenku dulu yang bilang, “Lebih baik mencoba lantas gagal, daripada tak pernah gagal karena tak mencoba.”

Ada ragu, ada rasa tak percaya diri, tapi dua sosok berikut, menjadi peneguh langkah, mereka yang telah menjadi raja bisnis online Indonesia :

Budiono Darsono (Pendiri Detik.com)
Saat awal detik tak banyak yang menyangka akan menjadi raja media online paling berpengaruh di Indonesia, tapi perjuangan, dedikasi para pendiri menjadikan detik.com menjadi luar biasa. (sumber foto : tempo.co)

Andrew Darwis (Pendiri Kaskus)
Forum online paling besar dan berpengaruh di Indonesia, berk…

Perempuan Tukang Rumput

Image
Lelah, merasa kalah dan keinginan untuk menyerah kerap kali datang, tak peduli musim panen atau masa panceklik. Tentu perasaan-perasaan ini adalah manusiawi, bisa saja kuabaikan, toh rasa ini datang dan pergi. Tak perlu hirau bisikku pada diri sendiri. Tapi entah mengapa keinginan untuk mengetaui muasal dari ini semua selalu saja hadir. Mencari jawab hingga bisa memutus rantai kelelahan.
Meski, jagoan kecilku yang kini sedang senang-senangnya main “hoop-hoop jump” alias bola basket dan tengah suka menggendong tas mungilnya seperti aku kalo mau kerja adalah penawar dari semua lelah, resah dan perasaan-perasaan tak berguna lainnya. Tetap saja aku perlu menemukan akar masalahnya.
Terlintas olehku tentang perempuan tukang rumput yang hobinya singgah di banyak benua, lantas mengagumi negeri-negeri orang, bertutur dengan lembut dan bijak, padahal dia adalah perempuan kejam, selfish dan pendendam.  
Pada masanya perempuan tukang rumput itu pernahlah kujadikan tumpuan akan harapan dan masa depa…

Perspektif Sepak Bola Kekalahan Hatta

Kemarin malam (01/03), bagi penggemar bola sekaligus pengamat politik di negeri ini perhatiannya terpecah. Chelsea versus Totenham di final capital one cup dan pertarungan Hatta Rajasa versus Zulkifli Hasan di kongres PAN.             Totenham menyerah dua gol tanpa balas, Chelsea perkasa walau awalnya nampak lemah. Lain lagi cerita Hatta, awalnya nampak perkasa, petahana, “gizi” cukup dan bermain cantik. Tapi apa daya, enam suara jadi pembeda, Zulkifli Hasan naik tahta. Permainan cantik pasukan Hatta tak cukup mampu imbangi total football racikan Amien Rais di pihak sebelah. Mari kita lihat kekalahan mantan calon wakil presiden pendmaping Prabowo ini dari kacamata sepakbola. Attack is the best defense, begitu adagium yang berlaku dalam sepakbola. Pertahanan terbaik adalah menyerang. Ini kunci kekalahan pertama Hatta Rajasa. Atas nama berpolitik santun, Hatta dan timnya bermain sangat halus dan nyaris tanpa konfrontasi. Adalah sekali serangan yang cukup frontal dilakukan Eurico Guetere…

Sebuah Cerita Sebelum Aku Ke Bilik Suara

Image
Membahagiakan melihat negeri ini di hari-hari terakhir, riuh rendah suara, gempita kicauan dan hiruk pikuk hajatan demokrasi. Sebuah hajatan yang membawa keceriaan untuk semua, tiba-tiba banyak diantara kita merasa memiliki agenda politik lima tahunan ini. Semua kita merasa punya tanggung jawab untuk masa depan bangsa ini, pada titik ini kebahagiaan itu membuncah.
Tapi, Pada titik lain secara pribadi aku prihatin, demokrasi yang cerah ceria itu tiba-tiba buram, manakala fitnah dan politik “sapu jagat” (Lakukan apa saja asal dapat mandat rakyat) mewarnai hari-hari kita. Bahkan di hari tenang ini, aku masih mendapati iklan di berbagai lini dunia maya yang memojokkan pasangan nomor urut 1, entah ini spam di jaringanku saja atau memang semua merasakannya. Gambar-gambar yang dimodifikasi sedemikian rupa dari Prabowo – Hatta dengan berbagai kalimat di belakangnya, yang jelas-jelas fitnah, menyebut Prabowo - Hatta tak pernah sholat dan puasa, mafia akan berkuasa jika pasangan ini menang. Ini m…

Tentang Seseorang...

Image
“Luka hati karena kematian, lebih mudah diterima dan diobati, bukan begitu ?” Aku bertanya pada diri sendiri. Pesan terakhir yang kau kirim masih membekas, seperti pisau dapur berkerat yang menggores kulit. “Berhenti hubungi aku !” Kalimat itu membunuh asa yang berlahan tumbuh dan kurawat agar tak rapuh. *** Rinai gerimis memulai pagi, suara burung-burung mungil membangun romansa tersendiri. Di ujung telpon kau katakan kau sakit. Sedari kemarin kau memang tak enak badan, tapi hari ini keadaanmu sepertinya begitu rapuh, aku mulai gelisah tak menentu. Dulu aku kehilangan kekasih tercinta karena sakit, aku tak mau itu terulang lagi.
Kupacu motor tuaku, berharap bisa memastikan keadaanmu, sebelum tiba di gang rumahmu kubelikan sarapan yang kuharap kau suka, gado-gado. Sengaja tak hubungi dulu dirimu, berharap sedikit kejutan di pagi lembab itu.
Aku tahu kau memang malas makan, kalau ketemu aku harus memaksa-maksa dirimu untuk makan, baru kau mau. Itupun pakai kata-kata ‘ancaman’, “Kala…

Menanti Kuasa Perempuan di Senayan

Image
“…meski prihatin, tetapi tidak tanpa harapan. Kita ingin merefleksi, dimana kita selaku kolektivitas bangsa tersesat ?dan dimana sebenarnya akar-akar keberadaan Republik Indonesia, serta esensi motivasi dan watak perjuangan aslinya. Demi suatu pemikiran ke arah mana rupa-rupanya perbaikan pantas dan perlu dicari oleh masyarakat dan negara kita” (Y.B. Mangunwijaya dalam kata pengantar buku Menuju Republik Indonesia Serikat)
***
Gerimis tipis menghentikan laju motorku, singgah sejenak di warung penyedia penganan di ujung jalan. Beberapa ibu-ibu berbincang renyah sembari menunggu pesanan gado-gado dan nasi gemuk khas melayu. Terusik telingaku untuk mendengar percakapan mereka, ibu-ibu bicara pemilu. Seru juga, batinku. Seorang ibu “Kalu kito betino nih meleh caleg betino pulok,” seorang ibu meyakinkan yang lainnya penuh semangat. Kalau kita perempuan harus milih calon legislatif perempuan juga.
Ibu yang lainnya meragukan opini itu. “Ngapo pulok nak milih betino ?” Nada ragu mengiringi pertanyaan …

Kencot, Pak !

Image
Tersebutlah sebuah kisah, di sebuah kota dimana mendoan menjadi makanan pokok penduduknya, seorang lulusan SMA baru saja diterima di UNPAD-Purwokerto.Unpad koq nang Purwokerto ? Ngawuur..iki. Jangan salah paha (*-&^%$)  dulu, UNPAD itu UNiversitas PAk Dirman alis Univ. Jenderal Soedirman.
Dengan penuh percaya diri remaja yang baru lulus dari Jogja itu melangkah, hari pertama ia bertekad untuk segera bisa berbahasa Banyumas yang ngapak-ngapak itu, praktek kuncinya, bisik remaja itu dalam hati. Petualangan di Purwokertopun dimulai, naiklah si remaja itu ke mobil angkot, ada lima penumpang di dalam angkot tersebut. Tak lama dua orang penumpang turun, sebelum turun salah satu penumpang berbicara ke temannya “inyong kencot,”tak lama mereka turun. Lalu beberapa saat dua penumpang tersisa juga menyebut-nyebut kata kencot. Lantas mereka turun…
Berbekal tekad ingin segera bisa berbahasa Banyumas, si remaja yakin dia sudah mendapat pelajaran di dalam angkot. Tak lama gedung kampusnya pun namp…