Sunday, April 30, 2017

Foto Koleksi Pribadi

Waktu memang bergerak laju, hidup sedemikian modernnya. Album kenangan tak lagi berwujud seperti era 90-an, semua cukup dalam genggaman, gadget telah menggantikan foto-foto berbingkai yang menghiasi ruang rumah. Bahkan penjual bingkai foto atau frame tak lagi mudah dijumpai. Ah, waktu memang bergerak begitu laju.

Ace Hardware #HelpfulPlace, menjadi satu dari sedikit toko besar yang masih dengan setia menyediakan bingkai-bingkai foto beraneka bahan dan bentuk. Kalau saya tak salah, di ace hardware dimanapun juga menyediakan bingkai foto, biasanya tersedia di lantai dasar ace hardware, tak percaya ? coba deh buruan ke Ace Hardware terdekat.

Ace Hardware #HelpfulPlace, sepertinya pahama akan filosofi tiap manusia berkembang dari tiap kenangan. Rumah tanpa foto berbingkai,seperti ada yang kurang. Begitupun denganku, di rumah mungil kami, selalu ada sudut untuk frame-frame mungil. Semua frame itu kebetulan kami dapatkan di Ace Hardware Jambi beberapa tahun lalu. Begini ceritanya…

Putra pertama kami menginjak tiga bulan usianya ketika itu, istriku selalu menyindir “Rumah kita hampa kalau tak ada foto kita bertiga.” Kebetulan sekali Ace Hardware yang berada di Jambi Town Square (Jamtos) tak jauh dari rumah. Jadilah petang itu kami kunjungi Ace Hardware #HelpfulPlace, pilih punya pilih jatuhlah pada frame unik berwarna merah, satu setnya ada tiga, ukurannya pun berurutan, besar, sedang dan mungil.

Senang sekali istriku petang itu, sesampai di rumah tak menunggu lama, foto-foto terbaik kami melesat mulus di frame tiga ukuran itu. Berulang kali ia memandang frame dengan foto terbaik kami itu. Sebagai suami, bahagia melihat senyum bahagia istri tercinta.

Waktu pun berlalu, tiga frame dengan foto-foto terbaik kami itu menghiasi sudut ruangan kami. Ia menemani kami hari ke hari. Sampai suatu waktu, kami harus berpindah kota karena pekerjaanku. Semua perlengkapa rumah kami jual, ya kami jual. Terlalu sulit untuk membawanya kesana kemari. Kecuali satu saja, tiga frame merah dengan foto terbaik kami itu. Kami bersih keras membawa frame itu bersama.
***

Sejak pertama dibeli hingga kini, tiga frame merah itu masih setia menemani kami. Empat kota sudah kami lalui setelah pertama kali membelinya, dan sesaatpun tiga frame merah itu alfa menemani hari-hari kami. Membuat kenangan selalu tertata rapih dalam ingatan kami.

Tiga frame merah itu bukan barang yang mewah, sederhana saja. Tapi, perannya sebagai pelekat kenangan telah membuat ia menjadi sangat berharga. Semoga kelak anak kami bisa menyimpan tiga frame berwarna merah itu sebagai kenangan atas cinta, ya cinta yang tumbuh di keluarga kecil kami.


Terima kasih Ace Hardware #HelpfulPlace telah menyediakan benda unik nan berharga ini sebagai tempat kami merajut kenangan di sudut ruangan.



Video “Balada Fatrick dan Woiwoi” di atas adalah gambaran dari banyak permasalahan seputar berat tubuh yang dihadapi masyarakat Indonesia khususnya yang hidup di wilayah urban. Obesitas pada era 80-an bahkan 90-an relatif sedikit kasusnya di temukan di Indonesia. Namun seiring pertumbuhan ekonomi, modernisasi kehidupan serta pola hidup masyarakat, angka obesitas terus mengalami peningkatan.

Obesitas menurut dokter Handy Wing, Sp.B, FBMS, FINACS, FICS, dokter spesialis bedah umum-laparoscopy, bariatric dan metabolic surgery di OMNI Hospital Alam Sutera bisa berimplikasi pada diabetes. Sedangkan komplikasi diabetes bisa berakibat antara lain; kebutaan, gagal ginjal, luka kronis bahkan sampai amputasi. Implikasi terjauhnya adalah angka harapan hidup berkurang.

Wah-wah apa yang dikeluhkan oleh Fatrick di video tadi ternyata sesuatu yang sangat serius, bukan sekedar soal estetika tapi soal angka harapan hidup. Nah, buat yang sudah punya gejala kelebihan berat badan alias obesitas atau bahkan sudah sampai pada tahap obesitas, saatnya lebih serius mencari solusi. Jangan dibiarkan sebelum terlambat.


Mari kita mulai dengan menyimak data tingkat prevelensi penduduk dewasa (baik laki-laki maupun perempuan) yang mengalami obesitas di negara-negara Asia Tenggara :



Data yang dirilis World Health Organization pada 2011 ini menempatkan Indonesia di peringkat kelima, berada di bawah Malaysia, Thailand, Singapura dan Filipina. Tentu hal ini terjadi karena yang diukur adalah persentase dari jumlah seluruh penduduk dewasa baik laki-laki maupun perempuan. Tapi kalau data ini diubah dalam satuan penduduk bukan lagi persentase, bisa dipastikan Indonesia berada di ranking pertama, karena jumlah penduduk kita jauh berada di atas negara asia tenggara lainnya.

Simetris dengan analisa di atas adalah data yang dikeluarkan oleh International Diabetes Federation bahwa 10 negara dengan tingkat kegemukan tertinggi jika dihitung jumlah penderitanya (bukan persentase), Indonesia masuk dalam 10 besar.


Statistik di atas menunjukkan bahwa kita memiliki risiko mengalami kegemukan. Lantas apa saja sebenarnya penyebab kegemukan ?

Perhatikan Penyebab Kegemukan…

Menurut data dari National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat seperti dirilis oleh medicinenet penyebab obesitas adalah :

Faktor Genetik. Seseorang bisa tumbuh mengalami obesitas manakala satu atau kedua orang tua mereka juga mengalami obesitas. Faktor genetik mempengaruhi hormon yang mempengaruhi kegemukan.

Makan yang Berebihan. Pola makan yang tidak tepat, dimana konsumsi lemak dan atau makanan yang mengandung gula dikonsumsi secara berlebihan akan sangat memicu kegemukan.

Konsumsi Karbohidrat Tinggi. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat tinggi akan memicu peningkatan glukosa darah yang menstimulus pelapasan insulin dari pankreas.

Frekuensi Makan. Ada hubungan yang signifikan antara frekuensi makan dengan tingkat kegemukan. Orang yang makan dalam porsi kecil tapi sering (4-5 kali sehari) cenderung level kolesterolnya rendah dibanding orang yang makan dua sampai tiga kali tapi dalam porsi yang besar.

Kurang Aktivitas Fisik. Individu yang secara fisik sangat minim beraktivitas juga sangat rentan mengalami kegemukan. Untuk itu aktivtas fisik yang intensif namun tidak over sangat dianjurkan.

Faktor Penyakit. Beberapa jenis penyakit seperti hypnothyroidism, insulin resistance dan POS (polycystic ovary syndrome) juga bisa memicu kegemukan.

Pengobatan. Pengobatan terhadap beberapa penyakit tertentu seperti diabetes juga punya potensi menyebabkan kegemukan.

Faktor Psikologis. Faktor emosi pada seseorang, terutama tingkat stress dan kemampuan mengelola emosi juga bisa menjadi picu kegemukan.

Faktor Sosial.  Kondisi sosial seperti tingkat ekonomi dan lingkungan sosial bisa ikut menstimulus individu menjadi kegemukan. Misal anak yang berada di lingkungan sekolah dimana anak-anaknya cenderung makan dalam porsi besar akan menstimulus anak yang lain.

Wah, ternyata soal obesitas atau kegemukan tak melulu soal makan banyak, ada banyak faktor yang mempengaruhi. Jika dilihat dari kondisi tersebut, maka hampir tiap kita memiliki peluang untuk mengalami obesitas.  

Apa Itu Sebenarnya Obesitas ?

Sebelum lebih jauh lagi membahas tentang obesitas, mari kita coba pahami apa sebenarnya obesitas. Secara umum obesitas adalah kondisi ketika individu memiliki berat badan melebih ideal. Itulah yang orang awam ketahui tentang obesitas.

Secara akademik ada berbagai definisi mengenai obesitas, tergantung pada sudut pandang apa yang digunakan tapi definisi yang paling sederhana adalah suatu indikasi dimana berat tubuh lebih besar dari apa yang diketahui sebagai berat yang sehat (ideal). Obesitas adalah kondisi kronis sebagai akibat dari jumlah lemak tubuh.

Secara teknis akademis obesitas ditentukan oleh Body Mass Index (BMI). BMI dihitung menggunakan tinggi dan berat seseorang. Untuk lebih mudah bagi anda yang ingin mengetahui BMI, gampang, masuk ke google play di android anda, search saja “BMI Calculator”, install kemudian hitung deh BMI anda dan orang-orang di sekitar anda. Akan ketahuan normal atau ada potensi obesitas atau jangan-jangan sudah obesitas. Atau kalau tidak anda bisa search saja di mesin pencari google dan cari “kalkulator BMI”.

Selain cara yang relatif sederhana ini ada beberapa metode yang lebih modern yang menggunakan analisis medis yang lebih kompleks. Satu rumah sakit yang telah menjadi centre of excellent di bidang ini adalah OMNI Hospital Alam Sutera, cek jadwal dokternya, kunjungi langsung deh websitenya di www.omni-hospitals.com lalu datang deh ke rumah sakitnya di kawasan yang begitu asri, nyaman dengan biaya yang rasional. Mengetahui sejak dini memberi peluang anda melakukan antisipasi.

Jangan Anggap Remeh !

Bagi anda yang berpotensi dan atau sudah berada pada kondisi obesitas, jangan pernah anggap ringan. Saatnya bertindak atau terlambat. Simak infografis yang bersumber dari World Health Organization berikut ini :


Manusia di dunia terus mengalami kegemukan, dari angka 250 juta pada tahun 1980 menjadi 904 juta di tahun 2008, nyaris 1 milyar. Obesitas bisa menjadi pembunuh maka saatnya mencegah. Tujuh penyakit utama yang diakibatkan kegemukan adalah Arthritis, kanker, infertilitas, penyakit jantung, sakit tulang belakang, diabetes dan stroke.

Pengalaman penulis pribadi dan juga melihat orang-orang sekitar. Menjadi gemuk adalah proses yang berlangsung dalam diam, tidak kita sadari, dan seoah-olah hal biasa. Apalagi ada pameo gemuk atau gendut adalah lambang dari kemakmuran. Semakin sukses seseorang maka semakin gemuklah dia. Ini yang bisa menjadi social block manakala kita mencoba lebih peduli dengan potensi obesitas.

Sekarang tinggal pilih mau tetap “makan” mitos makin makmur makin gemuk atau mulai peduli. Pilihan ada di tangan kita. Angkat handphone atau pesawat telpon anda hubungi 021-2977-9999, buat appointment  dengan dokter yang bekompeten di OMNI hospital Alam Sutera untuk menganalisis kondisi anda dan mencari solusi yang terbaik dan tercepat.

Langkah Awal Melawan Obesitas

Secara mandiri dan sederhana ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi kelebihan berat badan maupun obesitas. Apa saja langkah tersebut ?

1   Perbanyak aktivitas fisik seperti olahraga yang efektif membakar lemak; Bersepeda, renang, maupun berjalan kaki. Namun pada fase awal anda harus ulai dengan intensitas yang rendah, kemudian seiring pembiasaan menuju sedang dan tinggi. Kalau intensitas olahraga anda tiba-tiba langsung tinggi. Alamat akan terjadi physical shock yang mengakibatkan kemalasan beraktivitas fisik lagi. Konsistensi menjadi kunci keberhasilan.

2   Perbaiki pola makan. Pola makan dengan konsumsi makanan sehat dan tidak memicu peningkatan lemak tubuh. Bisa dilakukan dengan berbagai metode.

3  Manajemen stress. Faktor psikisikut menjadi picu kegemukan, untuk itu ketrampilan dalam mengelolah stress dan tekanan adalah kunci keberhasilan mengatasi kelebihan berat badan.

Kalau anda :


  •         Tidak konsisten dalam berolahraga atau teramat sibuk dalam rutinitas kantor.
  •         Tidak sanggup alias angina-anginan dalam melakukan diet.
  •         Punya kondisi psikologis yang cenderung labil

Serta faktor-faktor lain yang membuat potensi kelebihan berat badan anda tidak terkontrol. Ada satu jalan keluar yang tebukti ampuh, efektif dan cepat : Bariatric Surgery Jawabannya.

Mengenal Bariatric Surgery

Secara umum Bariatric Surgery adalah penurunan berat badan pada pasien obesitas dimana metode diet atau olahraga tidak efektif. Adapun teknik operasinya ada tiga macam :


Sumber : American Surge Centre

  •  Restriksi yaitu dengan membatasi jumlah asupan makanan dengan mengurangi ukuran      lambung.
  •  Malabsorpsi, membatasu penyerapan makanan dalam saluran usus dengan melakukan bypass  sebagian usus kecil.
  •  Kombinasi antara restriksi dan malabsorpsi.

Sumber : kamuskesehatan.com.

Meski di negara-negara Eropa dan negara seperti Singapura dan China jenis tindakan medis ini sudah umum dikenal, Indonesia memang belum banyak pusat kesehatan yang memberikan layanan bariatric surgery atau operasi beriatrik ini.

Lantas apa keuntungan dari bariatric surgery :

Jika merujuk pada pendapat para ahli di OMNI Hospital Alam Sutera maka keunggulan atau keuntungan dari metode medis ini adalah :
  1. Hasil atau dampak dari tindakan medis akan terlihat dalam waktu singkat.
  2. Proses terapi yang tidak membutuhkan waktu lama, tidak sama dalam menjalani proses seperti saat proses diet.
  3. Dampak dari tindakan medis ini akan berlaku untuk jangka panjang.
Rumah sakit yang memiliki kapasitas dan ekselensia dalam bidang ini adalah OMNI Hospital Alam Sutera. Salam satu dokter di OMNI Hospital yang menjadi ahli dalam bidang operasi bariatrik ini adalah Dr. Handy Wing, Sp.B, FBMS, FICS. Berikut profil prefesional beliau.






Mengapa OMNI Hospital ?


sumber foto : www.omni-hospitals.com

Lantas mengapa kita harus memilih OMNI Hospital Alam Sutera untuk tindakan medis berupa bariatric surgery ini ?

Centre of Excellent. Sebagai salah satu rumah sakit terbaik di Asia, maka OMNI Hospital Alam Sutera mendidikasikan diri sebagai salah satu sentra pelayanan kesehatan terbaik, yang meramu antara profesionalitas, teknologi dan kualitas pelayanan. Dengan semboyan Care with passion. OMNI Hospital seolah menegaskan reputasi mereka sebagai centre of excellent

Kualitas Sumber Daya Manusia. Dr. Handy Wing yang profilnya kita lihat di atas adalah salah satu bukti OMNI Hospital Alam Sutera memberi pehatian serius bagi kualitas sumber daya manusianya. Hanya yang terbaik yang menjadi bagian dari tim di OMNI Hospital Alam Sutera.

Fasilitas Pendukung. Fasilitas laboratorium dengan teknologi mutakhir, perlengkapan medis dengan teknologi terkini serta kualitas ruang pelayanan menjadi titik keunggulan rumah sakit ini.

Lingkungan Rumah Sakit. Dibangun dilahan yang relatif luas, di kawasan eksklusif Alam Sutera membuat suasana rumah sakit begitu asri dan nyaman. Relatif jauh dari kebisingan ibukota.

Keramahan. Keramahan pelayanan mulai dari halaman parkir sudah dapat dirasakan, begitu juga ketika ada di ruang administrasi hingga ke ruang-ruang tindakan.

Rasionalitas Biaya. Dengan segala kelebihan tersebut tidak otomatis membuat biaya di OMNI Hospital melangit. Semua masih rasional, tak percaya ? buktikan sendiri.

Post-treatment monitoring. Pasien tak hanya diberi pelayanan saat tindakan medis, namun pasca tindakan, pasien juga akan tetap dipantau, agar hasil yang didapatkan bisa maksimal.

Catatan Akhir

Kesehatan adalah rahmat dari Tuhan yang tiada ternilai, kalau kita tak menjaganya maka pertanda kita tak cukup bersyukur. Maka melakukan pencegahan atas potensi menurunnya kualitas kesehatan atau langkah kuratif saat kita menderita penyakit tertentu adalah bentuk investasi kita pada kehidupan sekaligus bukti rasa syukur kita. Akhirnya, semoga tulisan sederhana ini bermakna dan berguna bagi kita. Salam sehat !


Tulisan ini diikutsertakan dalam kompetisi blogging
"Pengopatan Obesitas Dengan Bariatric Surgery" yang diselenggarakan oleh OMNI HOSPITAL Alam Sutera.
#dietygtidakpernahgagal #omnihospitals #lombablogbariatrik


Monday, April 24, 2017


Sebuah senja ibukota di penghujung Maret 2013, ada kejenuhan menjadi orang gajian, ada lelah menjalani rutinitas pekerjaan. Tekad pun dibulatkan, niat dipancangkan, menekuni bisnis online jadi pilihan. Mengubah nasib, begitu kita-kira impiannya.

Respon atas pilihanku itu beragam; orang tua bilang “melepas yang pasti untuk sesuatu yang belum jelas ujungnya.” Seorang teman bilang, “nekad !” Hanya ada seorang dosenku dulu yang bilang, “Lebih baik mencoba lantas gagal, daripada tak pernah gagal karena tak mencoba.”

Ada ragu, ada rasa tak percaya diri, tapi dua sosok berikut, menjadi peneguh langkah, mereka yang telah menjadi raja bisnis online Indonesia :

Budiono Darsono (Pendiri Detik.com)
Saat awal detik tak banyak yang menyangka akan menjadi raja media online paling berpengaruh di Indonesia, tapi perjuangan, dedikasi para pendiri menjadikan detik.com menjadi luar biasa. (sumber foto : tempo.co)

Andrew Darwis (Pendiri Kaskus)
Forum online paling besar dan berpengaruh di Indonesia, berkat perjuangan dan totalitas Andrew Darwis (Summber foto : selular.id)


Tak perlu jauh-jauh berguru pada Larry Page & Sergey Brin (Google), Jack Ma (Alibaba), Steve Jobs (Apple), atau  Jeff Bezos (Amazon). Anak-anak muda yang gigih dan sukses dalam bisnis online di Indonesia bejibun pikirku. Makin mantaplah niatku ketika itu. Layar sudah terbentang, pantang surut ke belakang, itu semboyannya.

Tentang Bisnis Online

Sebelum lebih jauh dengan ceritaku berjibaku di bisnis online, aku teringat pertanyaan ibuku saat awal menyatakan ingin fokus di bisnis online, “Apa sih bisnis online ?” Pertanyaan yang juga mewakili pertanyaan banyak orang lainnya.

Secara sederhana aku menjawab “Bisnis online adalah segala usaha yang menghasilkan keuntungan melalui internet.” Pertanyaan selanjutnya keuntungan apa ? Kalau saya pribadi keuntungan tak selalu tentang finansial, tapi bisa berupa kebahagiaan, jaringan dan juga pengalaman.

Kalau merujuk pada pendapat yang lebih resmi : 


Online business is any kind of business activity that happens over the internet. Running an online business can include buying and selling online or providing an online service. Jadi segala aktivitas bisnis yang terjadi melalui internet. Dapat berupa aktivitas jual beli secara online atau penyediaan jasa secara online.





Kembali ke ceritaku…  

Untuk awal kuputuskan fokus menjadi penulis, karena memang salah satu hobiku adalah menulis. Ada beberapa teknik yang kulakukan untuk menghasilkan pendapatan melalui menulis; ikut lomba atau kompetisi menulis (kompetisi blog atau menulis), menjadi penulis konten berbayar dan menyediakan jasa editing tulisan. Di paruh waktu lainnya, aku belajar mengenai SEO (search engine optimization).

Fase awal sungguh tak mudah, ikut lomba nulis kompetitor alang kepalang tangguhnya, tapi tak membuatku surut, semua lomba aku coba ikuti. Untuk lomba-lomba blog atau menulis yang mengusung tema yang benar-benar menjadi passionku aku coba beri prioritas lebih, terutama tema pendidikan, traveling, lingkungan hidup dan tema-tema sosial. Dalam waktu yang relatif tak terlalu lama, gaya penulisanku pun terbentuk. Satu per satu kemenangan pun berdatangan. Pundi-pundi penghasilanpun terisi.

Berikut beberapa kemenangan yang berhasil diraih dalam lomba-lomba menulis, ngeblog dan lainnya :

Di sisi lain, permintaan untuk menulis konten juga mulai datang. Ada yang review produk, ada tulisan untuk media online dan berbagai lainnya. Walau hasil belum bisa dibilang besar tapi pada titik ini ada semacam kepuasaan. Tiap tulisan yang lahir, tiap kalimat yang digores memberi rasa bahagia. Tiap kemenangan yang direngkuh memberi suntikan semangat dan meningkatkan kepercayaan diri.

Teringat suatu saat, istriku hamil tua, uang di tabungan tak seberapa, apalagi saat itu menurut hasil USG, anakku terlilit tali pusar, ada kemungkinan tindakan operasi dibutuhkan. Kubulatkan niat, kugandakan ikhtiar. Alhamdulillah persis di hari kelahiran anakku, sebuah kemenangan dalam lomba menulis kurengkuh, event yang dihelat kementrian kesehatan itu menjadi penanda kelahiran buat hati pertama kami.

Stabilitas finansial memang tak ada, tapi kebahagiaan sebagai mahluk merdeka yang harganya tak murah. Itu saja yang kudapatkan ketika itu. Di sisi lain, gaya penulisan kita di dunia maya sangat mudah direplikasi oleh penulis-penulis baru, sehingga kreatifitas adalah kunci untuk survive di bisnis online ini.

Melalui “bisnis” menulis ini, penghasilan lumayan walau tak pasti, jaringan bertambah da nada kebahagiaan yang tiada duanya. Tentu kekecewaan tiap kali, klien tak mau bayar sesuai kesepakatan dengan berbagai alasan, atau saat berkompetisi hasilnya tak sesuai harapan adalah bunga dari perjalanan bisnis online di dunia kepenulisan.

Awan gelap di perjalanan…

Sampailah pada suatu ketika, dimana diri dikuasai hasrat untuk cepat-cepat menuai hasil. Sebuah langkah keliru aku ambil, detailnya tak bisa kuceritkan. Tapi yang jelas, pilihan bisnis online yang satu ini sungguh membunuh kreatifitas, memanjangkan angan-angan dan membuat hancur produktifitas. Semuanya fatamorgana, semuanya ilusi yang membuat lupa diri.

Hasil rintisan yang dibangun dengan keringat dan sesekali airmata meyertai, amblas tanpa bekas. Harga yang begitu mahal harus dipertaruhkan untuk sebuah ambisi semu. Setahun lebih terpuruk dengan bisnis online beraroma “setan” itu kutekuni, siang malam, pagi sore.

Saat menyadari semua alfa dan lupa itu, aku sudah tak punya apa-apa. Beruntung istri yang selalu setia mendampingi dan anak yang menjadi sumber motivasi untuk bangkit dan belajar dari gelapnya masa lalu.

Titik kembali…

Berbekal kemampuan menulis, aku bertemu dengan seorang sahabat. Sosok yang sukses dalam bidang pemasaran online. Ia menguasai berbagai teknik dan strategi SEO namun lemah di konten. Pada titik itulah kami bertemu.

Semangat pun kembali menggebu, sang sahabat yang memang sudah terbilang sukses di marketing umroh itu membantuku bertahan di masa-masa sulit. Uang kontrakan dan untuk keperluan bulanan, aku pinjam dari dia dengan catatan saat bisnis kami mulai menghasilkan berlahan aku bayar.

Setapak demi setapak kami melangkah, web-web pemasaran umroh kami buat sedemikian rupa dengan konten yang berkualitas dan trik SEO white hat yang luar biasa. Siang malam kami bangun mimpi bersama, tak sampai satu tahun, hasilnya mulai kelihatan. Pemesanan paket umroh melalui website kami yang jumlahnya puluhan itu jumlahnya kian meningkat. Marketing fee yang didapatkanpun tak sedikit jumlahnya. Puluhan juta jumlahnya sekali terima. Awalnya kami hanya berdua, lantas tim makin membesar.    

Fase gelap berikutnya…

Jasa marketing online utuk paket umroh yang kami bangun, akhirnya kandas. Perjuangan awal kami berdua, namun setelah anggota tim makin bertambah, justru jadi tak solid. Watak asli sang sahabat mulai terbaca. Pertengkaran kecil hingga besar pun terjadi. Tim pun bubar, masing-masing ambil langkah masing-masing.

Aku mencoba introspeksi diri, berkaca pada perjalanan tim kami yang hanya berumur singkat. Membentuk tim memang bukan perkara mudah, harus ada keihlasan untuk saling menutupi kelemahan, bukan justru merasa atasan dan bawahan. Tim adalah tim, atasan dan bawahan tak akan membuat tim menjadi nyaman.

Setelah berpikir panjang dan meyakini bahwa selalu ada rencana-Nya dibalik tiap peristiwa. Kuputuskan untuk kembali pada duniaku, menjadi pebisnis online di bidang kepenulisan. Sembari mengais rezeki melalui marketing umroh sebagai penopang finansial.

Aku percaya bahwa tim yang baik, adalah tim yang terbentuk secara alamiah, yang dipertemukan oleh proses, bukan oleh keterpaksaan.

Dan kini…

Sahabat-sahabat mungkin punya kisah yang jauh lebih dramatis dan menguras emosi ketika bergelut di bisnis online. Ini sepenggal kisahku, kini aku memantapkan hati untuk tak mundur dari bisnis online, tulis menulis menjadi fokusku. Banyak mimpi yang ingin diwujudkan di bisnis online ini, semoga dipertemukan dengan sahabat-sahabat terbaik yang bisa berjejaring bersama merebut kesempatan di dunia tanpa batas, dunia nirkabel yang kaya kesempatan ini.

Pelajaran-Pelajaran Penting Dalam Bisnis Online

Bergelut di bisnis online adalah barang baru bagitu, baru seumur jagung. Waktu empat tahun ini baru sudah banyak memberiku kesempatan belajar, terjatuh lalu bangun, terjatuh lagi dan bangun kembali sudah pernah kujalani. Tanpa bermaksud meggurui, sekedar berbagi berikut hal-hal yang layak mendapatkan perhatian terutama bagi yang akan terjun di bisnis online atau pemula di bisnis online :






Jangan pernah tergoda “black business”

Bisnis online membuka kesempatan yang nyaris tanpa batas. Banyak diantaranya tergolong bisnis hitam, sebut saja bisnis dengan tingkat risiko tinggi dan illegal. Ada bisnis investasi dengan iming-iming keuntungan yang diluar akal sehat. Ada juga judi online yang terbukti telah hancurkan banyak orang dengan impian kemenangan yang menggiurkan.

Bentengi diri kita dengan kekuatan ajaran agama kita masing-masing dan berpikirlah jangka panjang, itulah senjata melawan bisnis hitam di dunia online.

Jangan berhenti belajar

Bisnis online begitu dinamis, perubahan terjadi begitu cepat. Bagi yang sukses di satu bidang jangan berhenti untuk terus belajar dan memperbaharui informasi yang dimiliki agar tak kaget manakala perubahan terjadi.

Dunia online menawarkan kesempatan belajar yang begitu luas, forum-forum belajar bersama juga tersaji mulai dari forum SEO, bisnis secara umum dan berbagai bidang yang bisa menunjang keahlian kita. Saling berbagilah secara rendah hati di forum tersebut, niscaya ilmu bertambah jejaringpun makin luas.

Ketika terjatuh, merenunglah sejenak lantas bangkitlah

Ketika membaca perjalanan sukses pebisnis online, semuanya terasa indah. Tapi manakala kita menjalani tak semudah yang pernah kita bayangkan. Saat terjatuh, semua menjadi begitu berat dan tak mudah. Bangkit dari kejatuhan benar-benar membutuhkan mental yang kuat. Tapi bacalah sejarah dari Steve Jobs hingga Jack Ma, tak ada yang berehasil tanpa jatuh bangun. Kalau mengutip petuah Jack Ma, sang legenda hidup pendiri Alibaba “Nikmati tiap proses jatuh bangun itu…

Bentuklah tim dengan hati

Tim yang dibentuk sekedar karena kepentingan jangka pendek, cenderung rapuh dalam perjalanannya. Tapi tim yang dibentuk karena kesamaan mimpi dan kekuatan hati biasanya lebih awet dalam mewujudkan impian bersama.

Kalau kita menapakai langka para jawara bisnis online rata-rata sukses karena tim yang kuat, bukan karena individu yang kuat. Steve Jobs meyakini itu, bahwa tim yang solid dan tangguh jauh lebih penting dari satu individu yang cemerlang.

Kolaborasi bukan kompetisi

Dunia bisnis online memang tingkat kompetisinya sangat tinggi. Tapi ternyata kesuksesan banyak brand besar di bidang informasi teknologi justru sukses berat dengan memperkuat kolaborasi bukan kompetisi. Maka sebenarnya dalam bisnis online jangan perbanyak competitor tapi perbanyaklah mtra untuk berkolaborasi. Ciptakan win-win situation bukan win-lost situation.

Dukungan orang-orang tercinta adalah kunci

Satu hal yang sifatnya personal tapi bisa menjadi kunci adalah dukungan dari orang terdekat, bisa orang tua, keluarga, istri, anak atau sahabat bisa menjadi kunci keberhasilan dalam bisnis online. Saat kita jatuh mereka yang akan jadi picu kebnagkitan kita, saat kita di puncak mereka yang menjadi rem bagi keangkuhan dan arogansi kita.

Tetaplah sederhana

Apapun yang terjadi dengan bisnis online kita, sesukses apapun dan setinggi apapu pencapaian tetaplah menjadi sederhana. Zuckenberg, Jobs dan Wozniacki telah menujukkan etos kesederhanaan itu. Justru kesederhanaan itulah yang membuat mereka menjadi individu yang luar biasa.

Sembilan pelajaran di atas saya dapatkan dari proses yang epat tahun penuh lika liku ini, mulai daripenghasilan nol rupiah per bulan, sampai penghasilan puluhan juta perbulan. Belum seberapa tapi paling tidak telah membawa perjalanan hidup yang luar biasa. Semoga bisa menjadi refleksi bagi siapa saja yang berkenan membaca tulisan sederhana ini.

Motivasi Bagi Pelaku Bisnis Online dari Para Jawara

Sebelum tulisan ini saya tutup, saya ingin mengutip satu hadist Rasulullah Muhammad SAW dan empat nasehat dari para jawara bisnis online dunia, yang bisa menjadi picu bagi pencapaian-pencapaian kita ke depan.

Dari Mu’adz bin Jabal ia berkata : Rasulullah shallalahu alaihi wassalam bersabda :

Sesungguhnya sebaik-baik penghasilan ialah penghasilan para pedagang yang mana apabila berbicara tidak bohong, apabila diberi amanah tidak khianat, apabila berjanji tidak mengingkarinya, apabila membeli tidak mencela, apabila menjual tidak berlebihan (dalam menaikkan harga), apabila berhutang tidak menunda-nunda pelunasan dan apabila menagih hutang tidak memperberat orang yang sedang kesulitan.”
(Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi di dalam Syu’abul Iman, Bab Hifzhu Al-Lisan IV/221).

Itulah konsep berwirausaha yang begitu cemerlang dan sederhana, tetapi bisa menjadi kunci dari keberhasilan, tak terkecuali dalam bisnis online.

Selanjutnya, berikut adalah motivasi dari empat jawara bisnis online.

Jack Ma, Founder Alibaba dan salah satu orang terkaya di China

“Jangan Pernah Menyerah ! Hari ini adalah hari yang sulit, besok akan jadi hari yang lebih sulit tapi lusa matahari agar bersinar.”

Jeff Bezos, founder Amazon.com

“Kami memiliki tiga gagasan besar di Amazon yang telah kami pakai selama 18 tahun, dan itulah alasan kami berhasil: Letakkan pelanggan terlebih dahulu. Menciptakan. Dan bersabarlah.”

Brian Acton, founder whatsapp

“Saat saya bergabung dengan 'WhatsApp,' saya berusia 38 tahun. Sesungghnyak esempatan tersedia bagi kita di semua lapisan masyarakat dan di segala usia.”

Achmad Zaky, pendiri bukalapak

“Jangan buang waktu menunggu inspirasi. Mulailah, dan inspirasi akan menemukanmu.”

Semoga pesan rasulullah Muhammad SAW di atas bisa menjadi pondasi moral dari apapun bisnis online yang kita geluti. Sedangkan empat pesan dari jawara bisnis online di atas semoga bisa menjadi motivasi bagi kita untuk tak mudah menyerah dan berjuang sampai titik dimana kita benar-benar sudah tak bisa berjuang.

Pada Akhirnya…

Sampailah kita pada akhir dari tulisan yang tak singkat ini, semoga ada manfaat yang bisa dipetik dan mohon dimaafkan jika ada kesan menggurui, semata-mata ingin berbagi.












Thursday, March 5, 2015

  • March 05, 2015

Kemarin malam (01/03), bagi penggemar bola sekaligus pengamat politik di negeri ini perhatiannya terpecah. Chelsea versus Totenham di final capital one cup dan pertarungan Hatta Rajasa versus Zulkifli Hasan di kongres PAN.
            Totenham menyerah dua gol tanpa balas, Chelsea perkasa walau awalnya nampak lemah. Lain lagi cerita Hatta, awalnya nampak perkasa, petahana, “gizi” cukup dan bermain cantik. Tapi apa daya, enam suara jadi pembeda, Zulkifli Hasan naik tahta. Permainan cantik pasukan Hatta tak cukup mampu imbangi total football racikan Amien Rais di pihak sebelah. Mari kita lihat kekalahan mantan calon wakil presiden pendmaping Prabowo ini dari kacamata sepakbola.
            Attack is the best defense, begitu adagium yang berlaku dalam sepakbola. Pertahanan terbaik adalah menyerang. Ini kunci kekalahan pertama Hatta Rajasa. Atas nama berpolitik santun, Hatta dan timnya bermain sangat halus dan nyaris tanpa konfrontasi. Adalah sekali serangan yang cukup frontal dilakukan Eurico Gueteres, Ketua DPW PAN NTT, yang menyebut Amien Rais sudah pudar ketokohannya. Serangan tajam itu pun justru dimatikan oleh teman setimnya. Catur Sapto Edi dan bahkan Hatta berulang kali menyebut Amien Rais adalah sosok yang maish sangat berpengaruh dan sangat mereka hormati.
            Kita bisa memahami bahwa Hatta dan tim punya beban psikologis yang berat ketika harus melawan mahaguru, Amien Rais. Sehingga mereka memilih taktik cenderung bertahan dan bermain cantik. Dalam sepakbola sesungguhnya, gaya bermain Hatta dan tim mengingatkan saya pada sosok Rui Costa, playmaker Portugal yang juga berseragam AC Milan dan Fiorentina di era 90-an. Pemain yang santun, selalu bermain cantik tapi cenderung tak impresif dalam menyerang. Ia memberi kontribusi hebat pada tim yang dibelanya, tapi ia tak melegenda. Padahal kapasitas bermain bola dan tekniknya, mungkin tak kalah ciamik dengan Messi.
            Kembali ke tim Hatta, kalau saja mereka mau menyerang dengan spartan, sebenarnya banyak isu yang bisa digoreng tentang tim sebelah. Mari kita identifikasi; Kembalinya Sutrisno Bachir (SB), sebenarnya kartu mati yang bisa “digoreng”.  SB, salah anggota tim Jokowi – JK pada masa pilpres lalu, ia juga mengundurkan diri dari PAN (pernyataan lisan pasca kongres sebelumnya). Kalau isu ini dikelola apalagi dengan memasukkan sentuhan “Intervensi kekuasaan/Jokowi”, saya yakin akan mempengaruhi opini pemilik hak suara. Meski pada last minutes, Catur Sapto Edi sempat mencoba memunculkan wacana adanya intervensi kekuasaan dalam kongres PAN (sumber). Tapi sayang isu ini sangat terlambat. Apalagi kalau isu kemungkinan Zulkifli jadi tersangka KPK dimainkan. Cerita bisa jadi berbeda.
            Bandingkan dengan Amien Rais yang langsung menggebrak awal kongres dengan serangan tajam dan sporadis lewat cerita “kebohongan” Hatta soal pertemuan dengan Jokowi pasca pilpres. Lihat juga bagaimana Totok Daryanto dan Bara Hasibuan jauh hari sebelum kongres sudah menyerang Hatta Rajasa dengan isu tak egaliter, jauh dari akar dan tak membumi. Kemudian yang paling gencar adalah isu PAN di bawah ketiak Bintang Mercy yang selalu digencarkan oleh Hanafi Rais.
            Hatta dan timnya merespon semua serangan itu dengan terlalu santun. Tak ada serangan balik yang tajam. Dalam sepakbola tim yang sibuk bertahan akan lupa menyerang, dan pada akhirnya akan ada kesalahan yang dibuat di kotak pinalti. Bisa jadi tim lawan dapat tendangan pinalti atau paling tidak tentangan bebas.
            Di luar hasil akhir, tapi gaya bermain Hatta Rajasa ini adalah warna yang mencerahkan di panggung politik nasional. Paling tidak rakyat masih bisa berkata, “Wah, masih ada ya politisi yang seperti itu..” Sampai detik kekalahanpun Hatta berpolitik sangat santun. Bahkan ketika Amien Rais menyerang dengan sporadis di awal kongres, walau namoak terhenyak, Hatta tak bergeming. Politik santun tetap diperagakan. Tapi sekali lagi sepakbola bukan perkara soal main cantik atau main kasar, tapi masalah berapa gol yang diciptakan. Hatta lupa mereplikasi itu dalam dunia politik.
            Faktor selanjutnya, di kubu Hatta terlalu banyak pemain bertahan dan playmaker yang sangat baik, tapi mereka tak punya penyerang yang mumpuni. Setali tiga uang dengan Totenham Hotspur di Liga Inggris, Harry Kane masih angin-anginan, Lalana jauh panggang dari api, apalagi Soldado yang nyaris tak terdengar.
            Lihat saya begitu banyak pemain bertahan dan playmaker di kubu Hatta. Ada Drajad Wibowo yang harusnya bisa menjadi penyernag lubang, tapi perannya justru lebih banyak mengirim umpan. Tjatur Sapto Edy, menyerupai gelandang bertahan yang tugasnya menangkis serangan. Kalau kubu Zulkifli bilang menyerang soal kinerja Hatta, ia menghalaunya dengan argumentasi suara tertinggi sepanjang sejarah, begitu selalu perannya. Ada lagi Bima Arya, sosok yang masuk agak belakangan di PAN ini dan dikenal salah satu orang kepercayaan Hatta Rajasa ini seharusnya bisa menjadi pengirim umpan-umpan matang, dan ini sudah diperankannya. Misal saja ketika wacana soal Pak Amien pernah dua periode, sayang sekali lagi sayang. Kubu Hatta tak punya striker. Saya memabyangkan kondisi kubu Hatta sama dengan Manchester United ketika Rooney di kartu merah, Van Persia dan Falcao cedera, maka Marouane Fellaini dipaksa menjadi striker.
            Ketiadaan striker ini bisa dipahami karena di tim Hatta bisa dibilang tak ada yang kalibernya seperti Amien dan Sutrisno, mereka rata-rata masih muda. Andai saja Hatta sedari awal bisa merebut dukungan ketua DPW PAN Jawa Timur, Suyoto dan juga menggandeng tokoh lama macam Alvin Lie atau tokoh senior kalibernya Fuad Bawazier yang notabene punya “luka” sejarah terhadap SB ketika dikalahkan di kongres PAN di Semarang. Saya yakin lini serang kubu Hatta akan lebih dinamis.
            Justru ketua DPW PAN Papua Abock Busup yang berperan menjadi striker, entah ini by design atau by accident (karena tak ada striker). Lihat aksi Abock, ketika “membantai” Amien Rais dengan sebutan kekanak-kanakan pasca pernyataan pedas Amien di pembukaan kongres, lihat juga ketika dengan lantang di arena kongres ia mendeklarasikan suara Papua full untuk Hatta. Striker lainnya Eurico Guiteres, sudah kena kartu kuning di awal. Ibaratnya di level klub saja belum mumpuni, NTT saja tidak solid dari awal mendukung Hatta, apa lagi menjadi striker timnas.
            Mari bandingkan striker haus gol di kubu Zulkifli. Amien Rais tentu striker utama ditopang oleh Sutrisno Bachir, di bangku cadangan masih ada Hanafi Rais, ada juga Bara Hasibuan bahkan Totok Daryanto yang pemain tengah bisa diberdayakan untuk menjadi penyerzng lubang. Sedangkan posisi Zulkifli sendiri dalam tim lebih sebagai kapten yang bermain di lini belakang, sentral bek. Layaknya Maldini di AC Milan dulu, atau Puyol di Barcelona di beberapa tahun lalu. Ia mengkoordinasikan tim, dengan sesekali tetap menjalin hubungan hangat dengan tim lawan. Mengangkat pemain lawan yang terkapar di lapangan, juga aktif menyapa penonton. Lihat saja aksi Zulkifli menemui ketua PP Muhammadiyah dan juga menemui Buya Syafii Maarif.
            Siapapun tahu, Hatta Rajasa diunggulkan di “pasar taruhan”. Tapi hasil akhir, justru Zulkifli yang berjaya.
***
            Apapun hasil akhirnya dan proses yang menyertai, PAN telah menunjukkan kedewasaan mereka dalam proses politik internal dan juga mmeberi angin seegar baru bagi politik nasional yang cenderung layu di bawah aklamasi di partai-partai kubu KIH dan perang saudara di partai-partai kubu KMP. Meski PN masih harus membuktikan bagaimana pasca kongres, apakah PAN masih akan solid ?
            Layaknya sepakbola, hari ini total football milik Zulkifli dan Amien Rais unggul atas permainan cantik dan bertahan ketat a la Cattenaccioi Italia. Zulkifli dan Amien Rais memenangkan babakan sejarah PAN tapi Hatta yang bermain santun dan cantik akan dikenang zaman. Selamat memimpin PAN, Pak Zul. Pada Hatta kami bangga.  
             


            

Sunday, July 6, 2014

  • July 06, 2014
Membahagiakan melihat negeri ini di hari-hari terakhir, riuh rendah suara, gempita kicauan dan hiruk pikuk hajatan demokrasi. Sebuah hajatan yang membawa keceriaan untuk semua, tiba-tiba banyak diantara kita merasa memiliki agenda politik lima tahunan ini. Semua kita merasa punya tanggung jawab untuk masa depan bangsa ini, pada titik ini kebahagiaan itu membuncah.

Tapi,
Pada titik lain secara pribadi aku prihatin, demokrasi yang cerah ceria itu tiba-tiba buram, manakala fitnah dan politik “sapu jagat” (Lakukan apa saja asal dapat mandat rakyat) mewarnai hari-hari kita. Bahkan di hari tenang ini, aku masih mendapati iklan di berbagai lini dunia maya yang memojokkan pasangan nomor urut 1, entah ini spam di jaringanku saja atau memang semua merasakannya. Gambar-gambar yang dimodifikasi sedemikian rupa dari Prabowo – Hatta dengan berbagai kalimat di belakangnya, yang jelas-jelas fitnah, menyebut Prabowo - Hatta tak pernah sholat dan puasa, mafia akan berkuasa jika pasangan ini menang. Ini memprihatinkan !

Keprihatinan itu bukan karena yang diserang pasangan nomor urut 1, begitupula manakala pasangan nomor urut 2 dizholimi obor rakyat, saya sama prihatinnya.

Kita tengah tumbuh menjadi bangsa yang besar, jangan kita kerdilkan perjuangan puluhan tahun bangsa ini, dengan laku yang culas dan kerdil.

Sahabat-sahabatku, entah itu yang ada di barisan Prabowo-Hatta atau Jokowi-JK. Percayalah pertarungan politik bukanlah sesuatu yang abadi dalam perjalanan negeri ini. Lihatlah tokoh-tokoh politik kita selama ini, kemarin bermusuh, hari ini bergandeng tangan, besok kembali berperang. Pertarungan yang abadi bagi negeri ini adalah pertarungan melawan kemiskinan, kemelaratan dan desakan imprealisme berwajah baru. Jangan habiskan energi untuk pertarungan jangka pendek ini.

Mengutip kalimat Prabowo, “Siapapun pemenang Pilpres nanti, itulah putra-putra terbaik bangsa.” Pada titik ini saya sejalan dengan beliau. Semua pasangan punya kelebihan dan kekurangan, itu alamiah. Yasser Arafat yang luar biasa, Obama yang memikat bahkan Nelson Mandela Sang Legenda punya sisi terang dan gelap. Itu almiah saja, karena mereka semua masih manusia. Lantas, jangan sampai pertarungan yang sementara ini memaksa kita saling menyakiti, mencari khilaf dan alfa kelompok yang ada di sebelah.

Mungkin terasa naïf berbicara tentang nilai-nilai moral saat “perang”sudah kian membara seperti sekarang. Ramai-ramai kita saling menghujat, merasa benar sendiri, merasa paling bersih bahkan ada yang merasa tak ada “örang jahat” di kubunya. Dude ! life not so flat like you think. Tidak semua tentang hitam-putih, benar-salah, kami-mereka. Hidup ini kombinasi warna-warna, kompilasi beragam peristiwa dan kisah. Tak melulu putih atau merah.

Tertegun aku, manakala salah satu calon presiden “Saya tak menjamin di partai saya tak ada banditnya.” Ini semacam pengakuan yang mencerahkan bagi rakyat, karena ada calon pemimpin yang setidaknya berusaha apa adanya. Sungguh sedih justru ada seorang calon wakil presiden yang bilang kubunya bersih semua, tak ada bandit atau mafia. Boleh sahabat tafsirkan kalimat ini sebagai bentuk keberpihakan saya pada salah satu pasangan, tapi lebih jauh dari itu, saya hanya ingin mengingatkan, perubahan besar tak lahir dari pencitraan, tapi lahir dari kehendak yang tulus dari pemimpin dan dukungan yang ikhlas dari rakyat.

Kita masih punya asa untuk negeri ini, jangan lelah bermimpi dan mewujudkannya. Kalaulah kita berbeda pilihan, ini masalah jangka pendek saja. Karena setelah hasil diumumkan segeralah kita harus berjuang bersama kembali, membewi ornament pada negeri ini, agar negeri ini bisa segera menjadi negeri yang besar. Bukan saja karena kita bisa masuk piala dunia, atau bisa membuka jutaan hectare sawah baru, atau bisa menghadirkan tol laut, tapi besar karena rakyatnya mencintai negeri ini dengan seksama, berjuang, menderita dan berbahagia bersama.

Sebagian besar kita sudah memiliki pilihan, tinggal finalisasi di bilik suara. Tulisan ini tak berpretensi mempengaruhi pikiran para sahabat, sekedar mengingatkan bahwa kita semua bersaudara. Apapun pilihan kita, pada akhirnya perjalanan kita sebagai bangsa masihlah teramat panjang, jangan korbankan hanya karena “pertarungan”sesaat ini. Tetaplah berpegangaan tangan, apapun pilihan kita. SALAM DAMA1 !


Sumber ilustrasi : www.indonews.com

Popular Posts